Batik Termahal Di Dunia – Tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional.Saat ini warisan budaya Indonesia yakni batik semakin dihargai dan dikenal oleh masyarakat dunia.Momen Hari Batik Nasional ini menjadi bukti bahwa batik merupakan kekayaan budaya Indonesia yang wajib dilestarikan.Dalam perkembangannya batik bukan hanya selembar kain yang memiliki corak dan motif tertentu. Batik pada zaman modern dikembangkan menjadi berbagai produk, mulai dari pakaian, jaket, topi, dan aksesori lainnya.Batik pun memiliki motif yang beragam dan setiap daerah memiliki motif yang berbeda.Berikut ini adalah informasi selengkapnya dari

Batik Halus Cirebon

Penyebab batik khas Cirebon memiliki harga mencapai Rp30 jutaan adalah karena proses pembuatannya yang sangat lama. Bahkan, untuk satu lembar kain bisa membutuhkan satu tahun. Waktu yang cukup panjang tersebut dikarenakan pembuatan batik ini bukan dicap atau printing, melainkan ditulis secara manual dengan tangan.

Batik Tiga Negeri

Salah satu batik yang menjadi barang mewah dengan harga selangit adalah Batik Tiga Negeri. Batik ini adalah hasil dari kombinasi tiga corak, motif, warna hingga asal usul atau budaya yang berbeda. Namun, tiga tempat yang dikaitkan dengan batik ini adalah Lasem, Pekalongan, dan Solo. Batik yang warnanya mulai digunakan pada tahun 1890-an ini dibanderol dengan harga Rp100 juta. Batik Tiga Negeri di Jawa Tengah memiliki aneka ragam versi cerita. Mulai dari batik yang mengalami proses pewarnaan di tiga tempat yaitu Lasem, Pekalongan, Solo sampai ke batik tiga warna yang sejatinya terdiri dari warna merah, biru, kuning, soga. Motifnya diamini sebagai motif akulturasi Jawa, Arab, Eropa, Cina.

Baca Juga : Inilah Warna Yang Cocok Untuk Wanita Rambut Pendek

Batik Indonesia Corak Belanda

Batik ini merupakan gagasan dari wanita Indo-Eropa yang dikembangkan tahun 1840-1940. Corak yang digambarkan pada batik Belanda sangat khas dan banyak mengadopsi dari dongeng-dongeng yang populer di Eropa seperti ‘Little Red Riding Hood’ atau ‘Si Kecil Bertopi Merah’, ‘Snow White’ atau ‘Putri Salju’ dan ‘Hansel & Gretel’. Saat proses pembuatannya juga dengan memilih warna-warni yang cerah untuk menggambarkan tokoh-tokoh dalam dongeng itu.